Live Streaming

INFO HITS TERKINI

DIKTI Laksanakan Monev PHBD 2017

DIKTI Laksanakan Monev PHBD 2017

PHBD atau Program Hibah Bina Desa merupakan salah satu program dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan (Kemristekdikti) yang ditawarkan setiap tahun kepada organisasi mahasiswa baik ikatan organisasi mahasiswa sejenis (IOMS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk berperan serta dalam memberdayakan masyarakat.

Program yang berlangsung sejak tahun 2011 ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk lebih berperan aktif dalam pembangunan, yaitu pengabdian kepada masyarakat dengan membantu meningkatkan taraf ekonomi dan ilmu pengetahuannya. Harapannya mahasiswa pelaksana PHBD ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha dan sejahtera.

Pada Minggu (5/11) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berkesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Hibah Bina Desa (PHBD) yang merupakan tahapan ke tiga dari PHBD. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Utama Gedung A.R Fachruddin A Lantai 5 Kampus Terpadu UMY. Dalam kegiatan tersebut lima Tim Terpilih dari berbagai Universitas diminta untuk memaparkan hasil dari PHBD yang telah dilaksanakan di lima desa berbeda. Lima Tim tersebut terdiri dari UMY, 2 tim UGM, Politeknik Sawunggalih Aji Purworejo, dan Universitas Ma’arif Nahdatul Ulama Kebumen.

Dr. M. Yannefri Bachtiar dari Kemristekdikti mengatakan bahwa ada 4 tahapan yang perlu dilewati oleh tim PHBD Mahasiswa tersebut. “ Di dalam kontrak dengan Tim Mahasiswa terdapat empat tahapan yang perlu dilaksanakan dalam PHBD ini. Namun, indikator keberhasilan dari PHBD ini akan ditentukan dari perkembangan kondisi desa pasca kegiatan bukan dari selesainya empat tahapan tersebut oleh karena itu nantinya tim mahasiswa diminta melaporkan perkembangan yang terus terjadi di desa binaan. Jika dikemudian hari setelah program ini selesai tidak ada perkembangan dari desa yang telah dibina maka hal tersebut mengindikasikan masih banyak hal yang perlu untuk diperbaiki,” jelasnya.

Yannefri juga mengatakan bahwa program ini akan berlanjut di tahun berikutnya. “ Program ini rencananya akan berlanjut di tahun 2018 dan kami juga berharap bisa menerima lebih banyak Tim dari Mahasiswa. Maka dari itu tularkanlah semangat kepada mahasiswa yang lain untuk berpartisipasi dalam PHBD ini,” katanya kepada seluruh peserta Monev PHBD yang hadir.

Senada dengan hal tersebut Kepala Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni UMY Sugito,S.IP., M.Si. mengimbau kepada seluruh tim PHBD untuk menularkan semangatnya ke mahasiswa lain. “ Bawalah virus yang positif ini untuk ditularkan kepada mahasiswa lain di tahun berikutnya melalui program PHBD. Karena program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat luas, dan kalian sebagai sosok yang berilmu harus membagikan ilmunya karena ilmu tidak bisa dipakai sendiri” tambahnya.

5 Tim, Bina Desa Dengan Berbagai Program

            Lima Tim yang terpilih telah melaksanakan berbagai program di lima desa berbeda mulai dari pengembangan pariwisata hingga industri kreatif. Tim dari UMY selaku tuan rumah Monev PHBD sendiri, melihat pembudidayaan ikan hias sebagai salah satu peluang untuk meningkatkan kondisi ekonomi di Padukuhan Kadisoro DIY maka dari itu Tim dari UMY memilih untuk mengembangkan pembudidayaan ikan hias melalui Kelompok Ikan Hias Buana Mina dan pemberdayaan Forum Keakraban Remaja Padukuhan Kadisoro.

Lain hal dengan Tim dari Universitas Ma’arif Nahdatul Ulama Kebumen yang terdiri dari 7 orang dibawah Unit Kegiatan Mahasiswa Peduli Lingkungan, berhasil melaksanakan sebuah program berjudul Pengembangan Desa Agrowisata Peternakan Terintegrasi Di Desa Sitiadi Kecamatan Puring Kabupaten Kebumen. Hampir sama dengan itu Tim Dari Politeknik Sawunggalih Aji melakukan pengembangan Ekowisata Sebagai Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di salah satu Desa Purworejo yang berdekatan dengan Bandara Internasional yang sedang dibangun.

 Sedangkan 2 tim dari UGM melakukan program pengembangan di bidang industri kreatif. Tim UGM 1 mengusung judul CO-Craft yang merupakan pemanfaatan serbuk kelapa menjadi boneka yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Sedangkan Tim UGM 2 mengambil judul Bank Jamint yang merupakan usaha peningkatan ekonomi masyarakat melalui Teknologi Aquaponik serta Vertigasi dan salah satu produk luarnya adalah Jahe Merah dan Mint.

Basuki Pantoro sebagai salah satu kepala dukuh Kadisoro sebagai tempat PHBD dari UMY mengatakan respon masyarakat terhadap program PHBD ini sangat baik “  Saya sangat senang dan berterimakasih atas program PHBD ini. Berkat program ini masyarakat menjadi tergugah semangatnya untuk berkecimpung memajukan desa dan selain itu akibat program ini bisa meningkatkan produktifitas dari pemuda desa Kadisoro khususnya,” tuturnya. (Zaki)