Live Streaming

INFO HITS TERKINI

YATS Colony Tawarkan Suasana Tropis Dinamis Untuk Tarik Wisatawan

YATS Colony Tawarkan Suasana Tropis Dinamis Untuk Tarik Wisatawan

Menengok pada rutinitas masyarakat yang padat dan jenuh akan kebiasaan yang sama setiap harinya, YATS Colony mencoba memberi wadah berbeda. Tempat penghilang penat sekaligus berbagi obrolan. Suatu wadah ini berkonsep restoran dan menjadi rumah bagi para seniman lokal. Dengan prinsip co – everything, YATS Colony kali ini menggandeng Nasi Goreng Diplomacy (NGD) untuk memamerkan beberapa art – work yang diantaranya dihasilkan oleh tangan-tangan handal Muklay, Roby Dwi Antono dan Endry Pragusta. Mulai dari 16 September 2017 lalu ini bertempat di lantai 2 Awangga.


YATS Colony, juga merupakan urban boutique hotel yang sudah hampir setahun dibuka ini akan terus mengedepankan evolusi konten. “Artwork dan Instalasi yang sudah ada akan terus berubah seiring berjalannya waktu,” Ujar Lalitia Apsari, salah satu founder YATS Colony. Dengan menitikberatkan pada prinsip dinamis, tempat ini akan menjadi satu spot dengan segudang aktivitas. Restoran ini bukan hanya tentang duduk, makan lalu pulang, melainkan lebih terbuka untuk kegiatan seperti workshop, event musik maupun film.
Ruangan yang mampu menampung 35 orang ini memiliki dua opsi bagi pengunjung, indoor maupun outdoor area. YATS Colony juga menggandeng Ruth Marbun dalam pembuatan Mural di sisi outdoor restoran. Perpaduan cantik dari warna art-work, furniture serta tanaman memberikan efek nyaman dan pengalaman yang menyenangkan.
Setiap harinya, dari jam 10.00 sampai 22.00 WIB, menu yang variatif tersedia untuk menggelitik lidah pengunjung. Dengan bahan lokal yang otentik dan segar, restoran ini akan menghidangkan Asian fusion food dengan taste yang pas. Salah satunya adalah Rayuan Pulau Kelapa yang bisa dinikmati sambil ngopi disore hari.