Live Streaming

INFO HITS TERKINI

Bank Indonesia Serahkan Sarana Teknologi Irigasi Kabut Bagi Petani Bantul

Bank Indonesia Serahkan Sarana Teknologi Irigasi Kabut Bagi Petani Bantul

 

Dalam rangka meminimalisasi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam budidaya pertanian di lahan pasir, KPwBI DIY telah memberikan pendampingan kepada Kelompok Tani Pasir Makmur yang berlokasi di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul.

Program pendampingan yang dilakukan adalah program demplot bawang merah lahan pasir On Season dan Off Season yang dikembangkan dengan metode budidaya ramah lingkungan, penguatan kelembagaan kelompok, serta pengembangan inovasi teknologi terapan di bidang pertanian.

Mengatasi permasalahan penyediaan air irigasi di lahan pasir, pada tahun 2017 KPwBI DIY merealisasikan inovasi teknologi Irigasi Kabut pada lahan demplot bawang merah yang memiliki beberapa kelebihan, yaitu Pengairan terhadap lahan dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.

Hasil penyiraman lahan lebih merata melalui efek kabut yang dihasilkan, dimana kabut yang dihasilkan juga berfungsi sebagai pengendali hawa panas yang tinggi. Irigasi kabut bermanfaat dalam pemberian pupuk organik cair (POC) yang disalurkan melalui selang-selang irigasi yang terhubung pada bak POC, sehingga pemupukan lebih efektif dan merata.Irigasi kabut mampu menjadi salah satu instrumen pengendali OPT, sehingga mengurangi dampak pada tanaman akibat hama atau angin/kabut payau yang mengandung garam laut.

Penyiraman pada pagi hari sebelum matahari terbit berfungsi sebagai pencuci daun dari embun payau yang mengandung garam, dan penyiraman pada sore hari bermanfaat untuk mencegah penyebaran serangga pengganggu.

Dalam program pendampingan kepada Kelompok Tani Pasir Makmur di lahan pasir Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Kantor Perwakilan BI DIY bermitra dengan beberapa lembaga/instansi, yaitu Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul, UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan DIY, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan UMY serta Kelompok Tani Pasir Makmur.

Potensi terpendam yang dimiliki lahan pasir sebagai penghasil komoditas pertanian yang ramah lingkungan perlu terus dikembangkan melalui sinergi seluruh pihak terkait.

Program pendampingan berkelanjutan juga perlu terus dilakukan guna penyempurnaan teknologi yang ada serta inovasi-inovasi teknologi baru lainnya yang mampu menjawab problematika pada pengembangan pertanian lahan pasir. Tentunya semua upaya yang dilakukan ini dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani serta mendukung stabilitas ekonomi pada aspek ketersediaan komoditas pertanian.