Live Streaming

INFO HITS TERKINI

Panggung Senyap " Mak Byar " di Tengah Keramaian FKY 2017

Panggung Senyap

Ini penonton yang nggak pake headset bisa denger suaraku nggak?” Pertanyaan bernada iseng itu terlontar dari mulut vokalis/gitaris Sudden Supper yang tampil di panggung senyap Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 29 di Sabtu malam 5 Agustus.

Tak ada satupun penonton panggung senyap malam itu yang menjawab pertanyaan sang vokalis, yang jelas jawabannya adalah tidak.

Ya, malam itu FKY memulai agenda panggung senyap, yang rencananya akan dilangsungkan sampai agenda FKY berakhir pada 13 Agustus. Panggung senyap akan dimulai pada jam 19:00 setiap malamnya. Konsep panggung senyap FKY memang dibuat sangat berbeda dengan panggung-panggung lain yang berdiri di area Planet Pyramid tempat FKY dilangsungkan.

Beda yang pertama bisa dilihat dari kharakteristik penonton, dimana mereka mengenakan headset wireless supaya bisa menyimak musik yang sedang dibawakan di atas panggung.

Tanpa benda penting itu, musisi di atas panggung menjadi bisu. Gerak mereka terlihat ketika memetik gitar, menggebuk drum, maupun ketika membetot bass, namun suara dan akor musik yang dibawakan tidak ada, alias senyap. Tanpa headset, panggung senyap kehilangan esensinya.

Walau menawarkan konsep unik, panggung senyap justru kurang diminati beberapa penampil yang tadinya diundang untuk tampil di agenda tersebut. “Beberapa band yang diundang untuk main di panggung senyap memandang sebelah mata,” kata Danish Wisnu, koordinator panggung senyap. Menurut Danish, beberapa dari mereka malah meminta tampil di atas panggung pasar seni. Jadi panggung senyap terasa diremehkan, meski keberadaannya sangat unik dan penting di arena FKY.

Unik karena dari kejauhan kumpulan penonton panggung senyap tampak seperti orang kurang kerjaan. Mereka menonton musisi tampil di panggung, padahal tidak ada suara sedikitpun yang keluar dari alat pemain band maupun vokalis yang menyanyikan lirik lagunya.

Tetapi tentu saja penonton dari luar tentu saja tidak bisa menikmati esensi yang disajikan para penampil di atas panggung senyap, kecuali mereka masuk ke area depan panggung dan menerima headset dari panitia.

“Panggung senyap kali ini memprioritaskan band-band yang baru saja mengeluarkan single atau baru akan mengeluarkan single”, kata Danish melanjutkan.

Barangkali esensi panggung senyap memang begitu adanya. Ia menjadi menarik ketika keintiman antara musisi dan penonton dibangun melalui headset. Seperangkat alat band juga takkan berfungsi sama sekali tanpa keberadaan headset, yang tidak hanya dipakai oleh penonton melainkan juga oleh musisi yang tampil di panggung.

Senyap yang memunculkan keunikan di tengah keramaian. Agaknya itulah makna utama yang ditawarkan lewat panggung senyap Festival Kesenian Yogyakarta 29.( Marcom FKY 29 )