Live Streaming

INFO HITS TERKINI

The 1O1 Yogyakarta Tugu Dedikasikan Bulan Oktober Uuntuk Mengapresiasi Seni

The 1O1 Yogyakarta Tugu Dedikasikan Bulan Oktober Uuntuk Mengapresiasi Seni

OctobArt merupakan event tahunan yang diselenggarakan di setiap unit usaha di bawah bendera PHM (Panorama Hospitality Management). ‘October dan Art’, menjadi tema utama yang bertajuk seni dan berlangsung sepanjang bulan Oktober. Konsep acara di setiap unit berbeda - beda, sesuai dengan tradisi dan budaya yang berkembang di wilayah masing - masing. Tahun ini, rangkaian acara yang diadakan oleh THE 1O1 Yogyakarta Tugu berfokus untuk mengapresiasi karya seni. Apresiasi bagi bakat seni yang di miliki anak - anak muncul dalam ajang pencarian bakat “Mencari 101 Bakat”. Target usia peserta untuk acara ini adalah 5-12 tahun. Terdapat tiga pilihan cabang seni yang ditampilkan peserta, yaitu menyanyi, gerak dan tari, serta memainkan alat musik. Para peserta harus melalui tahap audisi terlebih dahulu agar dapat memperebutkan gelar juara dalam Grand Final Mencari 101 Bakat pada 27 Oktober 2019 mendatang. Adapun juri yang terlibat dalam audisi yaitu Ibu Wahyu Wikan Trispratiwi (General Manager THE 1O1 Yogyakarta Tugu), Sekar langit (Seniman & Budayawan), dan Bagus Mazazupa (Musisi). Selain “Mencari 101 Bakat”, acara lain yang diadakan adalah “Flashmob Angklung” dalam launching OctobArt 2019 di Pasiraman Pool Terrace. Launching OctobArt 2019 dilakukan serentak pada Sabtu, 12 Oktober 2019 pukul 19.00 waktu setempat oleh seluruh unit PHM. Permainan flashmob angklung yang dipimpin oleh seorang instruktur dari Angklung Store Yogyakarta ini, menjadi gong pembukaan rangkaian acara OctobArt 2019 di THE 1O1 Yogyakarta Tugu. Selain itu, flashmob angklung juga menjadi bentuk apresiasi terhadap seni permainan alat musik tradisional. Angklung sendiri sudah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010. Selanjutnya, ada “Art Body Painting” yang muncul sebagai apresiasi untuk sebuah karya seni lukis dengan media tak biasa. Media yang digunakan adalah kulit manusia. Acara ini akan dikemas dalam bentuk workshop dan menghadirkan seniman sebagai pembicaranya. Kedepannya, THE 1O1 Yogyakarta Tugu ingin terus berkomitmen untuk mengapresiasi, menghargai, dan turut serta melestarikan setiap karya seni milik nusantara.